Mengolah Tepung Pisang Bernilai Tinggi

Mengenal Tanaman Pisang

Tanaman pisang merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman pisang termasuk famili Musaceae yang memiliki banyak jenis, namun pada umumnya pisang dibagi menjadi tiga golongan saja yaitu :

Ø Pisang yang enak dimakan (Musa paradisiaca L.)

Ø Pisang yang hanya diambil pelebah batangnya atau serat (Musa textilis Noe). Pisang ini juga dinamakan pisang Manila

Ø Pisang liar yang hanya digunakan sebagai hiasan seperti pisang-pisangan (Heliconia indica Lamk.), atau pisang lilin yang diambil lilinnya (Musa zebrina Van Houtte)

Buah pisang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi sebagai sumber karbohidrat, vitamin, dan mineral. Kandungan karbohidratnya terutama berupa zat tepung atau pati dan macam-macam gula.

Kandungan gula dalam pisang terdiri atas senyawa-senyawa seperti : dextrosa 4,6 %, levulosa 3,6% dan sukrosa 2 %.


Sekilas Tentang Tepung Pisang

Tepung pisang cukup kaya karbohidrat dan protein serta mengandung aneka ragam mineral.

Tepung pisang biasanya dimanfaatkan sebagai campuran pada industri roti, cake, biskuit, dan sebagainya. Di berbagai negara tepung pisang digunakan dalam pembuatan pastry, souffle, pudding, dan sebagainya. Juga dapat digunakan sebagai campuran pada industri makanan bayi

Ada beberapa ciri-ciri khusus tepung pisang yang bernilai baik, antara lain :

Ø Warna putih

Ø Rasa dan aroma khas

Ø Tahan disimpan 9 – 12 bulan

Ø Tidak ditumbuhi jamur

Ø Kadar air sekitar 9 11 %


Peralatan

Ada beberapa peralatan yang harus dipersiapkan untuk membuat tepung pisang dengan kualitas tinggi, diantaranya adalah :

Ø Timbangan, digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang diperlukan

Ø Pisau tahan karat (stainless), digunakan untuk mengupas dan mengiris buah pisang

Ø Telenan, digunakan untuk meletakkan buah pisang ketika diiris

Ø Alat pengering (tenaga surya atau oven), digunakan untuk mengeringkan pisang

Ø Alat penggiling, digunakan untuk menggiling pisang kering

Ø Mangkuk, digunakan sebagai tempat pisang setelah dikupas

Ø Kantong plastik, digunakan untuk membungkus tepung pisang

Ø Lilin, digunakan untuk merekatkan kantong plastik


Cara Membuat Tepung Pisang

1. Pemilihan Bahan

Pisang yang akan digunakan dipilih dari jenis pisang kepok yang cukup tua tetapi masih mentah. Pisang tersebut bebas dari gangguan hama dan penyakit serta kerusakan lain. Direncanakan mengolah pisang sebanyak 50 kg per hari.

2. Pencucian

Pisang dicuci dengan air bersih yang mengalir. Dengan pencucian ini, kotoran-kotoran yang masih melekat maupun tercampur diantara buah pisang dapat bersih.

3. Pengupasan

Pisang kepok dikupas kulitnya dan bagian daging buah yang berserabut dihilangkan. Dari bahan pisang 50 kg dapat dipilahkan menjadi : daging buah bersih 32 kg, kulit dan bagian yang tidak terpakai 18 kg

4. Pengirisan

Buah pisang diletakkan di atas telenan lalu diiris-iris tipis sekitar 1-2 mm

5. Pengeringan

Sebaiknya pengeringan dilakukan dengan alat pengering tenaga surya. Lama pengeringan sekitar 24-36 jam. Suhu pengeringan maksimum pada bagian luar 40 derajat celcius sedang bagian dalam 75 derajat celcius.

6. Penggilingan

Setelah didapatkan pisang kering, selanjutnya dapat digiling menjadi tepung. Dari 32 kg daging buah pisang menjadi 9,5 kg tepung pisang.

7. Pengemasan

Tepung pisang yang sudah jadi dikemas dalam kantong plastik. Tutuplah kantong plastik yang telah terisi tepung pisang direkatkan dengan cara disulut dengan api lilin, kemudian disimpan secara baik.


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 comments: on "Mengolah Tepung Pisang Bernilai Tinggi"

Post a Comment